PROFIL DESA KERTAHARJA KEC. CIMERAK KAB.PANGANDARAN
PROFIL DESA KERTAHARJA
KECAMATAN CIMERAK KABUPATEN PANGANDARAN
A. Kondisi Desa
Wilayah Desa Kertaharja secara umum mempunyai ciri geologis berupa lahan liat dan tanah kering yang cocok untuk tanaman perkebunan kelapa, pisang, ketela, kacang tanah, albasia dan tanaman buah-buahan serta jenis palawija. Sehingga tidak heran apabila hasil pertanian dari Desa Kertaharja terutama didominasi oleh hasil perkebunan kelapa, albasia, pisang, dan hasil pertanian palawija yang dianggap berkualitas bagus oleh pasar.
Batas wilayah desa Kertaharja
|
Batas |
Desa/ kelurahan |
Kecamatan |
|
Sebelah utara |
Mekarsari |
Cimerak |
|
Sebelah selatan |
Kertamukti |
Cimerak |
|
Sebelah timur |
Limus Gede |
Cimerak |
|
Sebelah barat |
Buniasih |
Panca Tengah |
Desa Kertaharja awalnya berpusat
Pemerintahan di Dusun Campaka (sekarang masuk dalam wilayah Desa Kertamukti) di
kepalai oleh Bapak Subri (Campaka).
Pada tahun 1931 Pusat Pemerintahan Desa di alihkan ke Dusun Cidahon (sekarang
masuk dalam wilayah Desa Kertamukti) dengan Kepala Desa yang sama kemudian
digantikan oleh Bapak Ceng Eli
(Cidahon) setelah habis masa jabatan digantikan oleh Bapak Akas. Sekitar tahun
1949 Pusat Pemerintahan dialihkan lagi ke Dusun Karanganyar (Desa Kertaharja)
dan di Kepalai oleh bapak Kasta
(Jampang) kemudian di gantikan oleh Bapak Sahiri
selaku Pejabat Sementara, barulah di angkat Kepala Desa Bapak Uding hingga tahun 1976.
Setelah itu dilakukan Pemilihan Kepala Desa dan terpilih Bapak Sadi memerintah hingga tahun 1978 terus terjadi kekosongan masa jabatan maka diangkat Bapak Ohim selaku Pejabat sementarahingga dilakukan pemilihan dan terpilihlah Bapak Djadja (Parigi) hingga Tahun 1995, Pemerintahan Bapak Ratam hingga Tahun 2003 kemudaian Bapak Amnan sampai tahun 2007 kemudian bapak Atang Suryana sampai tahun 2013 kemudian bapak Oman Sampai Tahun 2018 kemudian bapak Tohir (Pjs) sampai tahun 2019 dan sekarang dikepalai oleh bapak Masluh.
C. Demografi
Berdasarkan Data Administrasi Pemerintahan Desa jumlah
penduduk yang tercatat secara administrasi, jumlah total 7.414 jiwa. Dengan rincian penduduk
berjenis kelamin Laki-laki, berjumlah 3.755 jiwa, sedangkan berjenis kelamin perempuan berjumlah 3.659 jiwa.
Survei Data Sekunder dilakukan oleh Fasilitator Pembangunan
Desa, dimaksudkan sebagai data pembanding dari data yang ada di Pemerintah
Desa. Survei Data Sekunder yang dilakukan pada bulan Januari 2020, berkaitan dengan data penduduk pada saat itu, terlihat
dari blangko yang diisi oleh ketua RT dilingkungan masing-masing. Didapatkan
data seperti yang ada di Tabel 1. berikut ini:
Tabel 1. Jumlah Penduduk Berdasarkan Jenis
Kelamin Desa Kertaharja Th 2020
|
No. |
Jenis Kelamin |
Jumlah |
Prosentase (%) |
|
1 |
Laki-laki |
3.845 |
50.77 % |
|
2 |
Perempuan |
3.658 |
49.23 % |
|
Jumlah |
7.503 |
100% |
|
Agar dapat mendiskripsikan lebih lengkap tentang informasi keadaan kependudukan di Desa Kertaharja dilakukan identifikasi jumlah penduduk dengan menitikberatkan pada klasifikasi usia dan jenis kelamin. Sehingga akan diperoleh gambaran tentang kependudukan Desa Kertaharja yang lebih komprehensif. Untuk memperoleh informasi yang berkaitan dengan deskripsi tentang jumlah penduduk di Desa Kertaharja berdasarkan pada usia dan jenis kelamin secara detail dapat dilihat dalam lampiran tabel 2 berikut ini:
Tabel. 2. Jumlah Penduduk
Berdasarkan Struktur Usia
|
No. |
Kelompok Usia |
L |
P |
Jumlah |
Prosentase (%) |
|
1 |
0 – 4 |
178 |
148 |
326 |
0,53 |
|
2 |
5 – 9 |
348 |
270 |
618 |
0,89 |
|
3 |
10 – 14 |
378 |
342 |
720 |
0,89 |
|
4 |
15 – 19 |
240 |
240 |
480 |
0,82 |
|
5 |
20 – 24 |
255 |
279 |
544 |
0,91 |
|
6 |
25 – 29 |
286 |
304 |
598 |
1,01 |
|
7 |
30 – 34 |
468 |
457 |
935 |
0,90 |
|
8 |
35 – 39 |
239 |
245 |
494 |
0,83 |
|
9 |
40 – 44 |
386 |
370 |
766 |
0,66 |
|
10 |
45 – 49 |
279 |
295 |
584 |
0,64 |
|
11 |
50 – 54 |
265 |
264 |
539 |
0,56 |
|
12 |
55 – 59 |
154 |
171 |
335 |
0,38 |
|
13 |
> 60 |
279 |
274 |
563 |
0,95 |
|
Jumlah |
3.755 |
3.659 |
7.503 |
|
|
Dari total jumlah penduduk Desa Kertaharja, yang dapat dikategorikan kelompok rentan dari sisi kesehatan mengingat usia, yaitu penduduk yang berusia >60 tahun, sebanyak 0,95%. Dari usia 0-4 tahun, ada 0,53%, sedangkan 5-9 tahun,0,86%.
Dari usia >60 tahun tersebut jumlah penduduk yang berjenis kelamin laki-laki sebanyak 0,51% dan perempuan ada 0,49%. Sedang pada usia 0-4 tahun, yang berjenis kelamin laki-laki 0,52% dan perempuan 0,48%.
Penduduk usia produktif pada usia antara 20-49 tahun di Desa Kertaharja jumlahnya cukup signifikan, yaitu 2897 jiwa atau 49,71 % dari total jumlah penduduk. Terdiri dari jenis kelamin laki-laki 48,84 % sedangkan perempuan 51,15 %.
Dari data tersebut diketahui bahwa jumlah laki-laki usia
produktif sedikit lebih banyak dari jumlah perempuan. Dengan komposisi
tersebut, peranan perempuan di Desa Kertaharja dapat lebih
dikembangkan, sehingga dapat menjadi
tenaga produktif yang cukup signifikan untuk mengembangkan usaha-usaha produktif dilakukan oleh perempuan. Pemberdayaan usaha perempuan usia produktif diharapkan semakin memperkuat ekonomi masyarakat, sementara ini masih bertumpu kepada tenaga produktif dari pihak laki-laki.
D. Keadaan Sosial Budaya
Perspektif Budaya Masyarakat di Desa Kertaharja masih sangat kental dengan budaya sunda. Hal ini dapat dimengerti karena hampir semua Desa di Kabupaten Pangandaran masih kuat terpengaruh dengan adanya pusat kebudayaan sunda.
Dari latar belakang budaya, kita bisa melihat aspek budaya dan sosial yang berpengaruh dalam kehidupan masyarakat. Didalam hubungannya dengan agama yang dianut misalnya, Islam sebagai agama mayoritas dianut masyarakat; dalam menjalankannya sangat kental dengan tradisi budaya sunda.
Tradisi budaya sunda sendiri berkembang dan banyak dipengaruhi ritual-ritual agama atau kepercayaan masyarakat sebelum agama Islam masuk. Hal ini menjelaskan mengapa peringatan-peringatan keagamaan yang ada di masyarakat, terutama Islam karena dipeluk seluruh masyarakat, dalam menjalankannya muncul kesan nuansa tradisinya. Contoh yang bisa kita lihat adalah peringatan Tahun Baru Hijrah, sejak jaman Sultan Agung menciptakan kalender Islam/Jawa, tahun baru hijrah dimaknai sebagai tahun baru Suro atau yang dikenal Suroan.
Nama ini diambil adanya bulan Assyuro dalam kalender Hijrah/Islam. Dalam cara memperingatinyapun bercampur antara doa-doa agama Islam dan laku-laku –tindakan yang biasa dijalankan dalam tradisi masyarakat jawa atau Kejawen. Memandikan pusaka dan melarung barang/sesaji ke laut, gunung atau sungai sebagai misal. Contoh yang lain adalah Nyadran-tradisi tahunan yang dilakukan menjelang bulan puasa/Ramadhan untuk menengok dan membersihkan makam orang tua maupun kerabat dan leluhur, kegiatan ini dikombinasikan dengan doa untuk yang sudah meninggal; Mauludan -berasal dari kata Milad (bhs. arab) artinya kelahiran Nabi Muhammad SAW. Yang diperingati di sini dengan membuat apem dibagi bagikan ke tetangga, di Keraton membuat Gunungan (hasil bumi dan makanan yang disusun seperti gunung) didoakan dengan cara Islam setelah itu diarak dan pada akhirnya diperebutkan oleh masyarakat yang datang dari mana-mana terutama dari Kabupaten Pangandaran.
Di masyarakat tertanam sejak dulu bahwa siapa saja yang berhasil mendapatkan hasil bumi dan makanan dari gunungan tersebut, barang tersebut dapat disimpan sebagai jimat pembawa keberuntungan dalam usaha dan kehidupannya.
Secara individual didalam keluarga masyarakat Kertaharja, tradisi jawa lama dipadu dengan agama terutama Islam, juga masih tetap dipegang. Tradisi ini dilakukan selain sebagai kepercayaan yang masih diyakini sekaligus digunakan sebagai bagian cara untuk bersosialisasi dan berinteraksi di masyarakat. Misalkan, tradisi mengirim doa untuk orang tua atau leluhur dilakukan dengan mengundang tetangga dan kenalan yang disebut Slametan. Slametan ini biasanya dilakukan mulai dari satu sampai tujuh hari keluarga yang ditinggal mati, Yang disebut Tahlilan. Selanjutnya hari keseratus dari tanggal kematian yang disebut Slametan Nyatus, berikutnya hari kesetahun, berikutnya hari ke tiga tahun yang disebut Slametan Nyewu. Perhitungan tanggal kegiatan dilakukan dengan menggunakan tanggalan jawa. Bersyukur kepada tuhan karena dikaruniai anak pertama pada tradisi masyarakat Kertaharja juga masih berjalan, disebut Mithoni ketika kandungan ibu menginjak usia tujuh bulan.
Namun yang paling populer di wilayah Dusun di Desa Kertaharja, khususnya di masing-masing dusun adalah adat tradisi Punggahan membuat nasi kuning atau tumpeng yang kemudian dimakan secara bersama-sama oleh seluruh warga masyarakat di Dusunan masing-masing. Kegiatan ini adalah salah satu kegiatan bersama yang dilakukan untuk menghormati para leluhur yang merintis tumbuhnya Dusun atau desa sekaligus untuk gotong royong membersihkan desa. Oleh karena itu kegiatan ini biasanya disebut atau Bersih Desa.
Kesenian tradisi juga masih dipertahankan oleh masyarakat Kertaharja. Di Desa ini walaupun hanya beberapa jenis kesenian tradisonal yang dikembangkan, seperti kudalumping,qasidah dan rebana. Kesenian ini masih menghiasi di beberapa kegiatan seperti hajatan khitanan, pertikahan dan khusus untuk rebana, tagoni dan qasidah masih dilakukan untuk kegiatan-kegiatan yang mengiringi peringatan-peringatan Hari Raya Keagamaan.
E. Kondisi Ekonomi
Secara umum mata pencaharian warga maayarakat Desa Kertaharja dapat teridentifikasi ke dalam beberapa bidang mata
pencaharian, seperti: petani, buruhtani, PNS/TNI/Polri, karyawan swasta,
pedagang, wirausaha, pensiunan, buruhbangunan/tukang, peternak, jumlah
penduduk berdasarkan mata pencaharian dapat dilihat pada tabel 3.
Tabel. 3. Jumlah Penduduk
Menurut Mata Pencaharian Desa Kertaharja Th. 2021
|
No |
Macam Pekerjaan |
Jumlah |
Prosentase dari Total jml. Penduduk |
|
1 |
Petani |
3009 |
34,47 |
|
2 |
Buruh tani |
651 |
06,88 |
|
3 |
PNS/POLRI/TNI |
4 |
00,03 |
|
4 |
Karyawan Swasta |
167 |
01,66 |
|
5 |
Pedagang |
571 |
02,93 |
|
6 |
Wirausaha |
178 |
01,02 |
|
7 |
Pensiunan |
114 |
00,03 |
|
8 |
Tukang Bangunan |
182 |
01,30 |
|
9 |
Petemakan |
440 |
03,94 |
|
10 |
Lain-lain / Tidak tetap |
2546 |
04,20 |
|
JUMLAH |
7.503 |
56,50 |
|
Berdasarkan tabulasi data tersebut teridentifikasi, di Desa Kertaharja jumlah penduduk yang mempunyai mata pencaharian ada 3.293 Dari jumlah tersebut, kehidupannya bergantung di sektor pertanian dan pertenakan, ada 2,239 dari total jumlah penduduk.
Jumlah ini terdiri dari Petani terbanyak, dengan 34,47% dari jumlah penduduk yang mempunyai pekerjaan atau 65,53% dari total jumlah penduduk. Buruh tani dengan 12,56% dari jumlah penduduk yang mempunyai pekerjaan atau 06,82% dari total jumlah penduduk. Sedangkan Peternak sebesar 7,21% dari jumlah penduduk yang mempunyai pekerjaan atau 03,94% dari total jumlah penduduk.
Terbanyak ketiga adalah pekerja tidak tetap dengan 7,67% dari jumlah
penduduk yang mempunyai pekerjaan atau 04,19% dari total jumIah
penduduk. Wirausaha menempati urutan yang ke enam dengan 1,87.% dari jumlah penduduk yang mempunyai
pekerjaan atau 01,03% dari total jumlah penduduk.
Selain sektor mata-pencaharian yang diusahakan sendiri,
penduduk Desa Kertaharja ada yang bekerja
sebagai aparatur pemerintahan, baik dikalangan sipil maupun militer. Selain itu
ada yang menjadi pegawai perusahaan swasta dan pensiunan.
Dengan demikian dari data tersebut menunjukkan bahwa warga masyarakat di Desa Kertaharja memiliki alternatif pekerjaan selain sektor buruh tani dan petani. Setidaknya karena kondisi lahan pertanian mereka sangat tergantung dengan air tadah hujan, sedangkan irigasi termasuk ketegori irigasi tradisioanal.
F. Kondisi pemerintah Desa
Secara umum pelayanan pemerintah Desa Kertaharja kepada masyarakat sangat memuaskan. Dalam beberapa sesi wawancara langsung dengan masyarakat Desa Kertaharja yang dipilih secara acak hal itu terungkap bahwa dalam memberikan pelayanan pembuatan Kartu Tanda Penduduk (KTP) dikerjakan dengan cepat dalam waktu 24 jam. Begitu pula untuk pengurusan surat-surat penting lainnya seperti akte kenal lahir dan akte kematian. Sehingga secara umum masyarakat merasa terlayani secara baik, hal ini pun muncul didalam FGD-FGD yang diadakan di Dusun.
G. Pembagian Wilayah Desa
Dusun sebagai bagian dari satuan wilayah pemerintahan Desa Kertaharja memiliki fungsi yang sangat berarti tehadap pelayanan
kepentingan masyarakat wilayah bersebut. Terutama berkaitan hubungannya dengan
pemerintahan pada level di atasnya.
Tabel 4. Nama-nama Kepala
Dusun Desa Kertaharja
|
No. |
Nama |
Jabatan/Dusun |
|
1 |
Suhendri |
Kadus
Parakan |
|
2 |
Muti
Aziz |
Kadus
Karanganyar |
|
3 |
Supriatna |
Kadus
Cikondang |
|
4 |
Suryana |
Kadus
Cipangasih |
|
5 |
Ade
Dedi |
Kadus Jampang |
|
6 |
Lilis |
Kadus Purwasari |
Tabel 5. Nama Pejabat
Wilayah Administrasi Pemerintah Desa Kertaharja Tahun 2021
|
No. |
Nama |
Jabatan |
|
1 |
Masluh,
S.Pd.I |
Kepala
Desa |
|
2 |
Samsul
Bahri |
Sekretaris
Desa |
|
3 |
Kholid
Ma’ruf |
Kaur keuangan |
|
4 |
Deni
Pitra |
Staf Keuangan |
|
5 |
Irpan
Sidiq |
Kaur
Pemerintahan |
|
6 |
Jajang Wildan Hamdani |
Kasi Kesra |
|
7 |
Hadsih
Iryanti |
Staf Pemerintahan |
|
8 |
Hilman
Nurdin |
Kaur Perencanaan |
|
9 |
Ali
Ma’ruf |
Kasi Pelayanan |
|
10 |
Dayat
Hidayat |
Kaur Umum |
|
No. |
Nama |
Jabatan |
|
1 |
Opik Taopik Rohman |
Ketua |
|
2 |
Atang Suryana |
Wk.
Ketua |
|
3 |
Rohimat |
Sekretaris |
|
4 |
Mansurudin |
Anggota |
|
5 |
Wahyono |
Anggota |
|
6 |
Iin Solihin |
Anggota |
|
7 |
Mintarsih |
Anggota |

Komentar
Posting Komentar